Proses Pembelajaran Tari Kelinci pada Anak Down Syndrome di SLB Negeri Semarang
##plugins.themes.academic_pro.article.main##
Published
May 22, 2026
Abstract
The study aims to describe the process of learning the rabbit dance for children with Down Syndrome at SLB Negeri Semarang. This study uses a qualitative method and a phenomenological approach to describe the teaching and learning atmosphere in the classroom. Data collection techniques include observation, interviews, and documentation. The results of the study indicate that the rabbit dance learning process carried out through the planning, implementation, and evaluation stages with demonstration, imitation, and drill methods is believed to be good, because the methods, materials, and approaches applied by the teacher are appropriate,so that children with Down Syndrome can receive the material well but still experience many obstacles. The main obstacles are the weak motor skills of children and low levels of focus during the practice process. Each meeting always experienxes improvements Rabbit dance learning in cognitive, affective, and psychomotor aspects. Suggestions given by researchers are for dance teachers to improve the quality of the teaching and learning process and provide more motivation to students in dance lessons
##plugins.themes.academic_pro.article.details##

This work is licensed under a Creative Commons Attribution 4.0 International License.
Hak Cipta :
Penulis yang mempublikasikan manuskripnya di jurnal ini menyetujui ketentuan berikut:
- Hak cipta pada setiap artikel adalah milik penulis.
- Penulis mengakui bahwa Ranah Research : Journal of Multidisciplinary Research and Development berhak menjadi yang pertama menerbitkan dengan lisensi Creative Commons Attribution 4.0 International (Attribution 4.0 International CC BY 4.0) .
- Penulis dapat mengirimkan artikel secara terpisah, mengatur distribusi non-eksklusif manuskrip yang telah diterbitkan dalam jurnal ini ke versi lain (misalnya, dikirim ke repositori institusi penulis, publikasi ke dalam buku, dll.), dengan mengakui bahwa manuskrip telah diterbitkan pertama kali di Ranah Research.
References
Feryantari, N. A., Surabaya, U. N., & Bolet, R. (2023). PEMBELAJARAN TARI REMO BOLET DENGAN METODE. 12(1), 93–104.
J Lexy Moleong. (2012). Metodologi Penelitian Kualitatif (Edisi Revisi). Bandung: PT Remaja Rosdakarya.
Luthvia, F., Budi, S., Kusumastuti, G., & Handayani, E. S. (2025). Efektivitas Metode Drill Dalam Meningkatkan Keterampilan Kesenian Tari Tradisional Minangkabau Pada Siswa Disabilitas Intelektual Ringan Efektivitas Metode Drill Dalam Meningkatkan Keterampilan Kesenian Tari Tradisional Minangkabau Pada Siswa Disabilitas Intelektual Ringan. 5(2), 490–505.
Magelang, S. M. P. N. (2013). Jurnal seni tari. 2(1), 1–10.
Miles, M.B, & Huberman, A. . (1992). Analisis Data Kualitatif: Buku Sumber tentang Metode-metode Baru.
Moleong, L. J. (2012). Metodologi Penelitian Kualitatif.
Motorik, K., & Disabilitas, A. (2025). Pembelajaran tari tradisional untuk melatih kemampuan motorik anak disabilitas intelektual. 9(1), 44–53.
Nyoman Kutha Ratna. (2010). Metodologi Penelitian: Kajian Budaya dan Ilmu Sosial Humaniora pada Umumnya.
Oktafiani, G., & Lanjari, R. (2022). JURNAL SENI TARI Perkembangan Motorik Anak Down Syndrome Melalui Pembelajaran Seni Tari di SLB Pelita Ilmu Semarang. 11.
Putri, F., Ardisal, A., & Padang, U. N. (2020). Pelaksanaan Latihan Tari Kreasi Anak Down Syndrome Berprestasi Tingkat Nasional di SLB Al-Azhar Bukittinggi. 16(2), 134–138.
Rahayu, Y. P., Surabaya, U. N., Yanuartuti, S., Surabaya, U. N., & Kendang, T. R. (2021). PEMBELAJARAN TARI REOG KENDANG PADA KEGIATAN EKSTRAKURIKULER TARI DI SLB C NEGERI. 10(2), 275–295.
Ramdhani, P. M., & Masunah, J. (2022). PEMBELAJARAN TARI KREATIF UNTUK PERKEMBANGAN. 2(3), 478–485.
Salsabila, A. N., Studi, P., Seni, P., Pertunjukan, F. S., Studi, P., Seni, P., Pertunjukan, F. S., & Author, C. (2023). PROSES PEMBELAJARAN TARI PADA ANAK BERKEBUTUHAN. XII(2), 87–99.
Sanjaya, W. (2012). Penelitian Pendidikan: Metode, Pendekatan, dan Jenis.
Sma, D. I., & Sidoarjo, N. (2021). SENI TARI SEBAGAI TERAPI PADA ANAK TUNAGRAHITA. 10(2), 208–223.
Syndrom, D., & Autisme, D. (2022). Mengenal Anak Berkebutuhan Khusus : Tuna. 1(1), 1–14.
Tjetjep Rohendi Rohidi. (2011). Metodologi Penelitian Seni.
Yelli, N. (2024). Pembelajaran Seni Tari Pada Anak Berkebutuhan Khusus Di SLB Negeri Prabumulih.
Zuchri Abdussamad. (2021). Metode Penelitian Kualitatif.