Strategi Pencegahan HIV melalui Bimbingan Layanan Konseling di RSUD Provinsi NTB

##plugins.themes.academic_pro.article.main##

Syachar Suryawan

Abstract

HIV is a virus that attacks and damages the body's immune system, while the collection of symptoms it causes is known as AIDS. HIV/AIDS is a problem that threatens people worldwide and must be addressed, especially among the younger generation who remain vulnerable to risky behavior. This study aims to determine the HIV prevention strategy through counseling guidance services at RSUD Provinsi NTB. This research used a qualitative approach with a case study design. Data were collected through interviews, observation, and documentation. Data analysis applied data collection, data condensation, data display, and data verification, while data validity was checked through credibility, dependability, confirmability, and transferability. The results show that: (1) the HIV prevention strategy at RSUD Provinsi NTB is carried out through communication, condom use, and Antiretroviral Therapy (ART); (2) the counseling guidance approach is conducted through Voluntary Counseling and Testing (VCT) and Provider Initiated Testing and Counseling (PITC); and (3) the obstacles faced by health workers are patients' lack of awareness and willingness to take medication as well as mental health problems.

##plugins.themes.academic_pro.article.details##

How to Cite
Suryawan, S. (2026) “Strategi Pencegahan HIV melalui Bimbingan Layanan Konseling di RSUD Provinsi NTB”, Ranah Research : Journal of Multidisciplinary Research and Development, 8(4), pp. 2558-2567. doi: 10.38035/rrj.v8i4.2183.

References

Abdul Aziz, S. R. (2003). Menyusun Rancangan Penelitian Kualitatif dalam Analisis Data Penelitian Kualitatif. Jakarta: Raja Grafindo Persada.
Ambarwati, E. N. R. D. (2020). Persepsi Ibu Hamil dalam Pemeriksaan HIV/AIDS di Banyumas. Journal of Chemical Information and Modeling, 6(1), 12–15.
Budiono, I. (2012). Konseling dan Tes HIV/AIDS secara Sukarela sebagai Upaya Deteksi Dini Status HIV. Jurnal Kesehatan Masyarakat.
Citriadin, Y. (2020). Metodologi Penelitian: Pendekatan Multidisipliner. Gorontalo: Anggota IKAPI.
Dinkes DIY. (2020). Profil Kesehatan DIY Tahun 2019. Yogyakarta: Dinas Kesehatan Daerah Istimewa Yogyakarta.
Kementerian Kesehatan RI. (2016). Laporan Perkembangan HIV/AIDS di Indonesia. Jakarta: Kementerian Kesehatan RI.
Kementerian Kesehatan RI. (2021). Modul Pencatatan dan Pelaporan Layanan Konseling dan Tes HIV untuk Petugas Administrasi. Jakarta: Direktorat Jenderal Pengendalian Penyakit dan Penyehatan Lingkungan.
Latifa, A., & Purwaningsih, S. S. (2016). Stigma dan Diskriminasi terhadap Orang dengan HIV dan AIDS (ODHA). Jurnal Kependudukan Indonesia.
Leonita, E., & Jalinus, N. (2018). Peran Media Sosial dalam Upaya Promosi Kesehatan. INVOTEK: Jurnal Inovasi Vokasional dan Teknologi.
Leonita, E., dkk. (2021). Pemanfaatan Media Online sebagai Sarana Pendidikan Kesehatan pada Masa Pandemi Covid-19. Jurnal Kesehatan.
Lestari, & Nurhayat. (2015). Strategi Komunikasi dalam Pencegahan dan Penanggulangan HIV/AIDS. Jurnal Komunikasi Kesehatan.
Lestari, H. E. P., Shaluhiyah, Z., & Demartoto, A. (2015). Pengaruh Pengetahuan dan Perceived Behavior Control terhadap Niat Laki-laki yang Berhubungan Seksual dengan Laki-laki (LSL) untuk Melakukan VCT di Kabupaten Madiun. Jurnal Promosi Kesehatan Indonesia, 10(1), 73–88.
Mahariski, A., dkk. (2023). Profilaksis Pra-Pajanan (PrEP) dalam Pencegahan HIV pada Kelompok Berisiko Tinggi. Jurnal Kesehatan.
Miles, M. B., Huberman, A. M., & Saldana, J. (2014). Qualitative Data Analysis: A Methods Sourcebook. Amerika Serikat: SAGE Publication Inc.
Moleong, L. J. (2006). Metodologi Penelitian Kualitatif. Bandung: PT Remaja Rosdakarya.
Mulyaningsih, S. (2017). Pengujian HIV, Konseling, dan Pendidikan Kesehatan sebagai Upaya Pencegahan HIV. Jurnal Kesehatan Masyarakat.
Ningrum, R., dkk. (2019). Profilaksis Pasca-Pajanan (PEP) pada Penanganan Risiko Penularan HIV. Jurnal Kesehatan.
Panjaitan, R. (2018). Pencegahan Penularan HIV dari Ibu ke Anak dan Tahapan Infeksi HIV. Jurnal Keperawatan.
Pemerintah RI. (2009). Undang-Undang Nomor 36 Tahun 2009 tentang Kesehatan. Jakarta: Pemerintah Republik Indonesia.
Pratiwi, N., & Basuki, H. (2012). Hubungan Karakteristik Remaja Terkait Risiko Penularan HIV-AIDS dan Perilaku Seks Tidak Aman di Indonesia. Buletin Penelitian Sistem Kesehatan, 14(4), 1–12.
Rahmawati, M. (2019). Penanggulangan HIV/AIDS di Indonesia dalam Ancaman RKUHP. Jakarta Selatan: Institute for Criminal Justice Reform (ICJR).
Rokom. (2019). Hari HIV/AIDS Sedunia, Penanganan Diperkuat di Daerah. Sehat Negeriku, Kementerian Kesehatan RI.
RSU Dr. Soetomo. (2018). Protap HIV dan AIDS. Surabaya: RSU Dr. Soetomo/Fakultas Kedokteran Universitas Airlangga.
Rum, A., & Rakhman, A. (2017). Hambatan dalam Pelaksanaan Program Penanggulangan HIV dan AIDS. Jurnal Kesehatan Masyarakat.
Siswanto, S. B. (2010). Pengetahuan HIV dan AIDS pada Remaja di Indonesia (Analisis Data Riskesdas 2010). Jakarta.
Srikartika, V. M., dkk. (2019). Efektivitas Terapi Antiretroviral (ART) pada Penderita HIV. Jurnal Farmasi Klinik Indonesia.
Sugiyono. (2015). Memahami Penelitian Kualitatif, Dilengkapi Contoh Proposal dan Laporan Penelitian. Bandung: Alfabeta.
Ulfatin, N. (2015). Metode Penelitian Kualitatif di Bidang Pendidikan: Teori dan Aplikasinya. Malang: Bayumedia Publishing.